Ketika Serban Umar Bin Khattab Tersangkut


Suatu hari, Umar bin Khattab ditemani pelayannya pergi menjenguk salah seorang sahabatnya yang sedang sakit. Ia menyewa seekor unta sewaan. Oleh karena tubuhnya tinggi besar, ketika melewati jalan yang kiri-kanannya dipenuhi batang-batang pohon, serbannya tersangkut di ranting tanpa diketahuinya. Setelah agak jauh, seseorang menegurnya, “Wahai Amirul Mukminin, serbanmu tersangkut di pohon di sebelah belakang itu.”

Umar segera menghentikan kendaraannya, lalu ia turun dan berjalan kaki menuju tempat tersebut. Setelah itu, ia cepat-cepat kembali untuk menaiki kendaraan sewaannya. Pelayan yang membawa kendaraan itu keheranan dan bertanya, “Mengapa Tuan tidak memerintahkanku untuk memutar kendaraan ini ke sana agar Tuan tidak usah berjalan kaki?”

Umar tersenyum seraya menjawab, “Sebab, unta yang kau tuntun ini kusewa hanya untuk perjalanan dari rumahku menuju rumah sahabatku yang sedang sakit itu. Tidak ada perjanjian sebelumnya untuk berbalik lagi guna mengambil serbanku yang tersangkut di pohon.”

Mendengar alasan Umar, pelayan itu bengong. “Kalau tidak, bukankah sebagai khalifah, Tuan berhak menyuruhku untuk mengambilkan serban itu?”

“Karena serban itu milikku dan bukan kepunyaanmu. Mengapa aku mesti menyuruhmu? Apakah kau kira jabatan khalifah mempunyai wewenang untuk memerintahkan orang lain mengerjakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan tugasku?”

Pelayan itu terdiam tak bisa membantah. Dalam hatinya, dia berjanji akan meniru kejujuran dan amanah Khalifah Umar dalam semua perbuatan dan tingkah lakunya. []

Sumber: jalansirah

0 Response to "Ketika Serban Umar Bin Khattab Tersangkut"

Posting Komentar

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==