Berpuasalah Seperti Ulat, dan Jangan Berpuasa Seperti Ular


Secara sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada orang mukminsaja.

Beberapa jenis makhluk hidup melakukan juga berpuasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.

Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.

Diantara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialahpuasanya ULAR dan puasanya ULAT.

Puasa Ular
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.

Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

Pelajaran dari puasanya ular:

WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA
NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR
MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA
CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA
TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA
Puasa Ulat
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa.

Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.

Pelajaran dari puasanya ulat:

WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
Kesimpulan
Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin Taqwa, yaitu setelah puasa diri kita menjadi:

Sholat 5 waktu di Masjid (bagi laki2)
Senang membaca Al-Qur’an dengan terjemahannya
Senang mengikuti kajian2 Islam dari para Ulama yang mengikuti Al-Qur’an dan Hadits2 Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang shoheh
Lebih sayang kepada orang tua, kepada istri/suami, kepada anak, dan saudara
Suka menolong orang lain yang kesusahaan
Senang bersedekah dan membelanjakan hartanya di jalan Allah
Membuang kebiasaan merokok, berjudi, berzina, minuman keras, narkoba, yang kesemuanya itu merusak diri sendiri dan merugikan orang lain
Selamat menunaikan puasa Ramadhan, semoga lulus menjadi muttaqin.

Sumber: annasindonesia.com

0 Response to "Berpuasalah Seperti Ulat, dan Jangan Berpuasa Seperti Ular"

Posting Komentar

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==